PELAYANAN PEMUDA, SEPAKBOLA DAN KADERISASI


BICARA kaderisasi langsung saya teringat tentang kutipan sebuah buku tentang kepemimpinan yaitu bahwa seorang pemimpin dikatakan berhasil bila penggantinya (kadernya) sukses menyamai prestasinya atau bahkan melampauinya. Itu menunjukan pentingnya kaderisasi dalam setiap organisasi termasuk pelayanan.

Bagaikan Inter Milan klub favorit saya dan Barcelona dengan generasi emasnya yang dipimpin Zanetti dan Xavi, semua kenangan kejayaan mereka akhirnya menjadi cerita kebanggaan.  Begitupun dalam pelayanan, kadang terlalu terbuai dengan cerita “zaman keemasan” dimana pelayanan berjalan dengan begitu baik dengan dikelola oleh orang-orang dengan kualitas jempolan. Setelah mereka menikah, kuliah di luar daerah, pindah kerja ke seberang pulau dan sibuk dengan berbagai alasan. Pengganti mereka seolah tidak siap untuk beban pelayanan tersebut.

Tidak mudah untuk menciptakan kader yang setara. Bahkan tokoh sekelas Tan Malaka, Soekarno, Che Guevara ataupun tokoh kristen fenomenal seperti Billy Graham dan John Stott pun nyaris tidak terlihat penggantinya. Seperti halnya revolusi di suatu negara, di dalam gerakan pelayanan pun punya masalah yang sama. Memang benar Tuhan menyiapkan orang-orang tertentu yang tidak sama di setiap zaman tetapi bukan berarti kualitas generasi penerus makin menurun. Padahal dalam setiap pelayanan membutuhkan semangat “api roh suci” yang tidak boleh padam.

Pelayanan pemuda pun memiliki persoalan yang kurang lebih sama. Beda dengan pelayanan kaum bapak  dan wanita (ibu) yang secara usia dan pekerjaan sudah bisa dipastikan menetap di suatu wilayah. Kaum muda memiliki banyak alasan untuk pergi.

Maklum sajalah. Kita juga tidak bisa memaksa seseorang tinggal untuk melayani. Apalagi meminta dia menolak pekerjaan/studi di seberang lautan. Tokh, kita tidak punya alternatif agar memenuhi mimpi mereka untuk mencapai cita-cita mereka. Dan solusi paling jitu yang kadang hanya menjadi mimpi adalah kaderisasi.

kader menurut KBBI adalah orang yang diharapkan akan memegang peran yg penting dalam pemerintahan, partai, dsb. Artinya kader itu dipersiapkan untuk peran tertentu. Bukan dia muncul sendiri bagaikan rumput di saat musim hujan. Peran yang penting memberikan arti bahwa posisi tersebut bukanlah tukang parkir dan pengemis yang hanya mengandalkan peluit dan pakaian sobek. Memegang peran penting artinya berada pada posisi yang menentukan pada sebuah organisasi karena membutuhkan kemampuan dan pengetahuan perorangan.

100_6396

Khusus di pemuda rayon 7, dalam delapan tahun terakhir telah ada 4 generasi kepengurusan. Generasi pertama di gawangi oleh Ul Hida dengan Gusti Nenobesi, Liky Ledoh, Shany Foeh dan Yolis Adu. Generasi kedua di zaman dua bersaudara Desi dan Jhe Henukh, Ika Nassa, Estin Mboeik, Linda Saidjan, Melan Rihi Pake dan Angel Putu. Ketiga dikomandoi oleh Ari Foeh, Nyongky Henukh, Jadus, Yudi & Rudi Lado dan Miss Adu. Dan generasi keempat inilah terdapat Ita Billi, Tiara Rihi Pake, Santi Susang, Lestari Putu dan lainnya — yang tidak disebutkan jangan ngambek ya🙂. Secara prinsip pengkaderan hingga generasi keempat masih mudah karena penghubung antar generasi cukup banyak.

Hal inilah yang penting dalam kaderisasi. Penghubung. Bagaikan Pirlo, Cambiasso dan Scholes dalam timnas Italy, Argentina dan Inggris sebagai jembatan antar lini, pengubung lintas generasi dalam pelayanan pemuda rayon 7 juga dimainkan dengan apik oleh para senior seperti Shany & Yolis, Desi & Linda, serta Jadus, Miss & Nyongky.  Hal inilah yang membuat kaderisasi berjalan dengan baik. Akan tetapi tidak semudah dalam menerapkan teori. Apalagi pada generasi keempat ini.

Penghubung pada generasi keempat tidak memiliki waktu sebanyak penghubung-penghubung sebelumnya. Hal ini membuat pelayanan tersendat dan membutuhkan intervensi (turun tangan) dari pendamping pemuda yang sudah mulai jarang ikut ibadah pemuda. Suatu hal yang harus diminimalkan untuk membangun kemandirian pelayanan khususnya pemuda.

Akan tetapi dalam pengkaderan pelayanan selalu ada misteri dibaliknya. Dibalik susunan tim yang diragukan, biasanya akan muncul tunas-tunas kecil yang bertumbuh dengan cepat saat di dalam tekanan. Bukankah Sterling, Hazard dan Coutinho berhasil melakukannya di Liga Inggris? Tinggal dipastikan agar pertumbuhannya tidak terhambat dan menuju arah yang tepat. itulah peran kita. Seperti kata Paulus “Aku menanam, Apolos menyiram tapi Tuhan yang memberi pertumbuhan”.

Akhirnya bila ingin menyelesaikan pelayanan dengan baik, pastikan pengganti kita mampu melanjutkan pelayanan dengan kualitas yang setara atau bahkan melebihi kita. Dengan itu kemuliaan Tuhan akan selalu didengungkan pada setiap generasi.

Tentang yc7jpo

Persekutuan pemuda Lingkungan VII Jemaat GMIT Pniel Oebobo. Tempat untuk bertemu sebagai saudara dalam belajar bertumbuh makin seperti Kristus Tuhan kita serta berkarya menjadi garam dan terang dimana kita berada.
Pos ini dipublikasikan di pelayanan dan tag , , , , . Tandai permalink.

Form Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s