RETREAT PEMUDA RAYON 7 JPO


5 Mei 2012. Hari beranjak sore saat rombongan retreat pemuda rayon 7 jemaat pniel oebobo mulai berangkat ke lokasi retreat. Dua bus Damri menjadi tunggangan kami untuk mencapai Sekolah Lapangan Nekamese. Dari Kota Kupang hanya 45 menit. Cukup dekat tapi jalan masuk yang sudah mulai rusak dan baru pertama kita lewati membuat perjalanan ini terasa jauh. Sugesti ini kian kuat karena banyak harapan dari masing-masing peserta di retreat pertama dari pemuda rayon 7 ini. Semuanya terlihat semangat. 

Angin sejuk nan dingin menyambut kami di lokasi retreat ini. Melewati pintu gerbang langsung terlihat di sebelah kanan rumah 2 lantai dari kaca. Terlihat lantai dua yg merupakan perpustakaan dan dibawahnya adalah kantor administrasi. Di kiri terpampang kebun sayuran dan kandang-kandang kambing dan sapi. Di depan terhampar daerah perbukitan sabana yang luas. Bus berbelok ke kanan dan Aula kegiatan beratap merah yang berdiri dgn desain rumah adat timor.

Ini memang pertama kalinya kami melaksanakan retreat dengan menginap satu malam. Rombongan sebanyak 46 orang datang dari berbagai karakter. Yang termuda masih SMU kelas 1 dan berapa senior sudah bekerja (umur jangan disebut yah… ). Tapi persekutuan ini menyatukan kami lewat retret bertemakan “Muri Mada Do Balla Kattu” (dari bahasa Sabu : Hidup yang Berkemenangan). kenapa memakai bahasa sabu karena ketua panitianya dari suku Sabu. Tema itu berwarna oranye menonjol pada spanduk hitam dengan foto2 pelayanan tersusun angka tujuh. Mengingatkan bahwa pelayanan kita untuk memenangkan pemuda-pemudi dalam Kristus. Terlihat buku acara ditangan dengan jadwal yang tersusun rapi. Termasuk diantaranya 2 materi pengembangan diri, refleksi & api unggun dan mini LLA (Lomba Lintas Alam). acara ini pasti sangat menarik.

Angin bertiup makin kencang. Panitia dengan sigap memasang terpal oranye yang disiapkan. Lokasi di atas bukit sabana membuat tiupan angin dingin tersebut menusuk hingga tulang. Banyak peserta mulai memakai jaket tebal. Pengalaman beberapa panitia pada kegiatan di tempat ini membuat mereka dapat mempersiapkan diri dengan baik.

Sound system terpasang rapi dan acarapun dimulai dengan ibadah pembukaan dengan Miss Adu sebagai MC. Lagu ‘cuit-cuit’ menjadi pembuka dengan gerakan yang dipimpin Nona Lado, Tiara dan Grace. Firman Tuhan yang dipimpin Liky Ledoh diambil dari Wahyu 3:14-22 tentang Jemaat di Laodikia mengingatkan bahwa hidup dalam Kristus tidak boleh ‘suam-suam kuku’. Kehidupan yang berkemenangan harus memberi pengaruh dan bermanfaat bagi sesama. Itu bisa didapat dengan membiarkan Tuhan Yesus masuk ke dalam hati kita untuk memperbaharui seluruh bagian dalam hati kita. Firman Tuhan ini menjadi pembuka acara retret kali ini.

Makan malam dengan se’i babi. Terima kasih ya untuk mamanya Melan. Acara dilanjutkan dengan materi ‘Strategi Hidup Pemuda Kristen’. Mencapai kemenangan dalam Kristus itu adalah dengan strategi hidup yang baik. Pengkhotbah 11:8-12:14 menjadi pengantar menunjukkan bahwa pemuda diminta menikmati hidup di dalam Kristus karena hidup ini sangat singkat. Waktu, uang dan Keterampilan merupakan pemberian Tuhan. Tapi semuanya punya batasan. Sebagai pemuda Kristen penting sekali untuk memaksimalkan hal-hal tersebut. Banyak hal praktis yang dibagi di sini termasuk menentukan prioritas dan mengatur keuangan. Semoga materi ini bisa mencerahkan tiap peserta.

Malam bertambah larut. Beberapa peserta baru tiba dengan motor. termasuk Yolis Adu yang khusus datang jauh-jauh dari Rote. Kegiatan dilanjutkan dengan refleksi dari Roma 8:31-39. Menegaskan bahwa kita tidak perlu takut karena Allah pasti membela kita dari apapun yang berusaha memisahkan kita dari Kristus. Termasuk hal terburuk pun. Setelah itu kita diajak untuk berkomitmen pada Allah untuk hidup selayaknya sebagai orang-orang yang menang di dalam Kristus. Refleksi ini juga menampilan video pendek ‘Most’ yang menayangkan seorang pengawas jembatan yang mengobankan anaknya untuk keselamatan para penumpang kereta. Ironisnya para penumpang tidak mengerti dan mengacuhkan bapak itu. Mengingatkan kadang kita tidak sadar bahwa kemenangan dalam Kristus itu sudah ada di tangan kita karena Allah begitu mengasihi kita dengan menyerahkan anakNya ganti kita. Api unggun yang dipimpin Nyongky Henukh yang menutup acara refleksi mengajak kita untuk menguatkan komitmen dan mengobarkan kemenangan dalam Kristus. Pujian dan doa membuat kita saling menguatkan dalam lingkaran api unggun tersebut.

Larutnya malam pun tidak mengikis ke-narsis-an para peserta. Kilatan blits makin marak karena acara sudah selesai. Beberapa teman mulai beranjak tidur. Beberapa lagi menggunakan arang membara sisa api unggun untuk membuat pisang bakar. Lingkaran putih Supermoon pada bulan purnama sempurna mengiringi kami menutup malam itu. Jam 12.00 kami mulai beranjak tidur. Dengan 2 kamar besar (laki2 dan perempuan) berisi belasan tempat tidur tingkat membuat suasana sedikit gaduh. Maklum ini pertama kalinya kita bermalam bersama. Beberapa orang masih mengobrol. Yang lainnya memutar musik pada handphone-nya. Ada yang mendengkur dan ada pula yang kentut. Benar-benar sesuatu…🙂

6 Mei 2012. Pagi yg indah. Pemandangan matahari yang terbit di timur membuat semangat baru. Semangat narsis pun tidak ketinggalan. Lapangan futsal di sebelah aula juga ramai. Yang lainnya sudah mulai mandi dan mempersiapkan diri. Sie konsumsi sudah
menyeduh teh dan menyediakan kripik pisang untuk peserta.

Saat itu kita mendengar 2 kabar yang tidak mengenakan. Mamanya Rudi Fanggidae meninggal dunia dan papanya Chelny Hida sakit keras. Kami harus merelakan 2 teman kita pulang lebih awal. Kita semua ikut sedih tapi kegiatan tetap harus berjalan.

Renungan Pagi oleh Meny Baok menguatkan kita semua. Roma 8:28 mengingatkan bahwa dalam setiap hal Allah turut bekerja untuk kebaikan anak-anakNya. Smoga Tuhan menguatkan keluarga masing-masing.

Suntikan firman Tuhan membuat kami semangat untuk mengikuti Lomba
Lintas Alam. Kita terbagi menjadi 4 kelompok. Nama kelompoknya juga aneh-aneh. Afika Ga’ Punya Pulsa.., Nyongky Masi Ting-ting.., Racing Kolong… dan Nekamese…. LLA kali ini menguji kita untuk melewati tantangan tiap pos. naik turun gunung dan lembah mencari pos yang tersembunyi dan menyiapkan yel-yel yang unik. Semua peserta sangat semangat dan panas pun tidak terasa. Dua jam terasa singkat untuk kegiatan ini.

Sesi berikutnya adalah ‘Karakter yang Berkemenangan’. Dibawakan dengan sangat baik oleh Ibu Mariana Lerik, M.Psi. seorang psikolog dan dosen di Jurusan Kedokteran Undana. Ibu Mar mengarahkan kita untuk memahami karakter kita masing-masing dan bagaimana peran karakter itu dalam pergaulan kita di lingkungan gereja, keluarga dan lingkungan sekitar. Pembawaannya yang hangat membuat kita semua nyaman dan terlibat penuh dalam diskusi. sesi ini adalah sesi terakhir dari kegiatan kita di Nekamese.

Ibadah Penutup dengan Melan Rihi Pake sebagai MC membawa semangat yang berbeda. begitu juga firman Tuhan yang dipimpin oleh Ibu Pdt. M.A.M. Modokh-Mboeik. Ibu pendeta mengingatkan kita agar tetap memjaga kehidupan yang berkemenangan itu di dalam Kristus. Jangan sampai ada perbuatan-perbuatan yang tidak mencerminkan kemenangan itu.

setelah laporan panitia oleh Mutiara Rihi Pake, dibacakan pemenang lomba LLA yang dimenangi kelompok Nekamese. masing-masing kelompok yang dipanggil ke depan wajib menyanyikan yel-yelnya kembali. sangat menggelikan dengan tingkah teman-teman. bahkan ibu pendeta pun tak bisa menahan tawa saat menyerahkan hadiah. foto-foto pun tidak ketinggalan termasuk foto bersama sehabis kegiatan.

Bus Damri tiba tepat waktu. kita kembali mengemasi barang-barang. masih tersisa canda tawa yang mengantar kita kembali ke Oebobo. tidak lupa kita bersama-sama melayat di rumah Rudi. semoga keluarga yang ditinggalkan dikuatkan oleh Tuhan.

Pelayanan Retreat Pemuda Rayon 7 Jemaat Pniel Oebobo telah usai. Semoga memberi kesegaran dan refreshing bagi tubuh dan jiwa. Terutama untuk kehidupan bersama Kristus agar selalu membawa kemenangan. “Muri Mada Do Balla Kattu!”

Thanks to Panitia:

Ketua: Mutiara Rihi Pake
Sekretaris+Bendahara: Yudi Lado
Sie Acara: Jadus, Nyongky, Riky Kaho, Celny
Sie Perlengkapan: Ari, Sam, Doli
Sie Konsumsi: Melan, Ian, Gusto
Sie Usaha Dana: Rudi Lado, Istin, Yulen

Tentang yc7jpo

Persekutuan pemuda Lingkungan VII Jemaat GMIT Pniel Oebobo. Tempat untuk bertemu sebagai saudara dalam belajar bertumbuh makin seperti Kristus Tuhan kita serta berkarya menjadi garam dan terang dimana kita berada.
Pos ini dipublikasikan di Kegiatan dan tag , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke RETREAT PEMUDA RAYON 7 JPO

  1. jholies adu berkata:

    sedikit koreksi miss adu bukan miss adoe..:-)
    kl ada ret2 lg jgn lupa undang2 kit yg jaooooh e…..hehehe

  2. Nyongky Henukh berkata:

    knapa MC ibadat Refleksi n Api Unggunx snd di sebut??? ah..ah.. parah nih.. eheheh..

    1 Mimpi lagi,,, bisa merayakan malam penutupan tahun di tempat ini bersama pemuda.pemudi rayon7 JPO..😀

  3. meland rihi pake berkata:

    amazing….
    kegtan2 seperti ini akan sllu mngingatkan kita pemuda akan peran kita lingkungan sekitar kita,….

Form Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s